INFOTREN.ID - Indonesia kembali menorehkan langkah penting di sektor pertanian. Untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah memastikan bahwa negara akan mulai mengekspor beras ke Malaysia. Keputusan ini diambil setelah cadangan beras nasional dinyatakan aman dan produksi dalam negeri mengalami surplus.

‎Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengungkapkan bahwa ekspor ini adalah sinyal positif bahwa Indonesia tidak hanya mampu mencukupi kebutuhan sendiri, tetapi juga siap membantu negara tetangga.

‎Tahap awal ekspor akan mencakup sekitar 100.000 ton beras, dan menjadi bagian dari kerja sama strategis antara Indonesia dan Malaysia di bidang pangan. Malaysia sendiri tengah menghadapi tantangan produksi akibat cuaca ekstrem yang mengganggu panen di sejumlah wilayah.

‎Respons positif datang dari pemerintah Malaysia. Menteri Pertanian dan Keterjaminan Makanan Malaysia, Datuk Seri Mohamad Sabu, menyatakan bahwa kerja sama ini sangat dibutuhkan untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan beras di negaranya.

‎Berdasarkan data Badan Pangan Nasional, Indonesia mencatat surplus beras sekitar 3 juta ton pada tahun 2024. Surplus inilah yang menjadi dasar keputusan ekspor, tanpa mengganggu kebutuhan domestik.

iklan sidebar-1

‎Pengamat pertanian dari IPB University, Dr. Dian Lestari, menilai ekspor ini sebagai momen penting bagi Indonesia.

‎Meskipun ekspor telah direncanakan, pemerintah memastikan bahwa ketersediaan dan harga beras dalam negeri tetap menjadi prioritas. Bulog dan kementerian terkait akan terus mengawasi pasar dan menjaga stabilitas.

‎Ekspor beras ke Malaysia menjadi bukti nyata bahwa Indonesia makin kokoh sebagai negara agraris yang tak hanya fokus ke dalam negeri, tetapi juga mampu berkontribusi di kancah regional.