INFOTREN.ID - Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menekankan bahwa komitmen terhadap hak asasi manusia (HAM) harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Hal ini disampaikan saat Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM) bersama Komisi Antarpemerintah ASEAN untuk HAM (AICHR) di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa.
Sugiono menilai bahwa pemajuan HAM tidak cukup hanya berhenti pada deklarasi politik, namun perlu ditindaklanjuti dengan program-program konkret yang memberikan dampak langsung, terutama bagi kelompok rentan.
Indonesia juga mendorong agar AICHR lebih proaktif merespons berbagai isu HAM yang mendesak, serta memperkuat kerja sama lintas sektor dalam mengatasi tantangan regional seperti perdagangan manusia dan krisis lingkungan.
Dalam forum tersebut, Menlu Sugiono mengingatkan pentingnya menolak penerapan standar ganda dalam isu HAM, termasuk yang terjadi dalam konteks Palestina. Ia juga menekankan pentingnya dialog AICHR dengan mitra eksternal untuk memperkuat posisi ASEAN dalam isu-isu global.
Sugiono menyambut baik pelaksanaan ASEAN Human Rights Dialogue serta peluncuran panduan regional tentang prinsip non-pemidanaan bagi korban perdagangan orang, sebagai contoh konkret langkah ASEAN dalam memperkuat sistem perlindungan HAM.
Wakil Indonesia di AICHR, Anita A Wahid, menyatakan bahwa kiprah aktif Indonesia mencerminkan tekad kuat untuk mengarusutamakan nilai-nilai HAM di kawasan. AICHR sendiri tengah menyusun dua deklarasi penting mengenai hak atas lingkungan yang sehat serta hak atas pembangunan dan perdamaian.
Dalam Laporan Tahunan AICHR 2025 yang disampaikan pada pertemuan tersebut, disebutkan bahwa terdapat 16 program HAM yang telah dijalankan sepanjang Juli 2024 hingga Juni 2025, dengan Indonesia menjadi negara paling aktif, melaksanakan enam kegiatan di bidang HAM sipil-politik, pembangunan berkelanjutan, dan lingkungan hidup.(*)


