INFOTREN.ID - Ambisi Indonesia untuk memiliki mobil nasional kembali membara. Kali ini, Hyundai, raksasa otomotif asal Korea Selatan, menyatakan minatnya untuk bergabung dalam proyek ini.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bahkan menyebut Hyundai ingin memproduksi mobil nasional (Mobnas) dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hingga 80 persen.
Namun, euforia ini perlu diimbangi dengan kewaspadaan. Pengalaman pahit masa lalu, terutama proyek Timor, harus menjadi pelajaran berharga.
Jangan sampai mimpi mobil nasional hanya berakhir menjadi sekadar rebranding dan impor komponen.
Peluang Emas di Tangan Hyundai
Pengamat Otomotif ITB, Yannes Martinus Pasaribu, menilai kerjasama dengan Hyundai sangat potensial dan strategis.
"Sebab untuk mempercepat proses penyiapan dengan deadline 3 tahun, Indonesia harus menggandeng mitra worldclass yang memiliki teknologi, pengalaman manufaktur, dan kapasitas investasi besar," ujarnya dikutip dari Bloomberg Technoz (9/11).
Hyundai memiliki modal kuat untuk mewujudkan mimpi ini. Basis produksi di Cikarang, sinergi dengan LG untuk pabrik baterai EV, serta reputasi global dalam teknologi listrik dan hidrogen menjadi modal berharga.
Menariknya, komitmen Sung Kim, pimpinan tertinggi Hyundai, juga menjadi sinyal positif.


