Infotren.id - Menjelang bulan Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk mempersiapkan diri secara fisik dan spiritual, salah satunya dengan menjaga kebersihan tubuh. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah apakah mandi wajib sebelum puasa Ramadan itu diperlukan? Berikut penjelasan mengenai hukum dan sumber hukumnya.
Secara umum, mandi wajib (ghusl) dalam Islam hanya diwajibkan dalam kondisi tertentu, seperti setelah Junub, Jika seseorang dalam keadaan junub (karena hubungan suami istri atau mimpi basah), maka wajib mandi sebelum beribadah, termasuk sebelum berpuasa.
Setelah Haid atau Nifas, wanita yang selesai dari haid atau nifas wajib mandi sebelum dapat menjalankan ibadah, termasuk puasa Ramadan. Dan bagi mereka yang masuk Islam, seseorang yang baru masuk Islam disunnahkan untuk mandi sebagai bentuk penyucian diri.
Di luar kondisi-kondisi tersebut, mandi sebelum puasa Ramadan tidak diwajibkan, tetapi tetap dianjurkan dalam rangka menyambut bulan suci dengan keadaan bersih dan segar.
Sebagian ulama menyebutkan bahwa mandi sebelum memasuki bulan Ramadan termasuk dalam mandi sunnah. Mandi ini dianjurkan untuk membersihkan diri sebagai bentuk persiapan ibadah, sebagaimana mandi sunnah yang dilakukan sebelum shalat Jumat atau hari raya.
Ulama yang berpendapat bahwa mandi sebelum Ramadan termasuk sunnah berlandaskan kebiasaan para sahabat dan generasi awal Islam yang mempersiapkan diri untuk menyambut bulan suci dengan bersih dan suci.
Dalam Islam, perintah mandi wajib disebutkan dalam beberapa ayat Al-Qur’an dan hadis, di antaranya yaitu Al-Qur’an Surah Al-Ma'idah ayat 6
"Dan jika kamu junub, maka mandilah…" (QS. Al-Ma'idah: 6)
Ayat ini menegaskan kewajiban mandi bagi orang yang junub sebelum melaksanakan ibadah, termasuk puasa.


