INFOTREN.ID - Bagi penderita asam lambung atau GERD (Gastroesophageal Reflux Disease), malam hari bisa menjadi waktu yang penuh tantangan. Saat tubuh berbaring, risiko asam lambung naik ke kerongkongan meningkat. Hal ini disebabkan oleh pengaruh gravitasi dan posisi tubuh yang membuat cairan lambung lebih mudah bergerak ke atas.
Mengapa bisa terjadi?
GERD terjadi ketika katup di bagian bawah kerongkongan melemah. Akibatnya, asam lambung yang seharusnya tetap berada di perut, justru kembali naik ke kerongkongan dan menyebabkan sensasi terbakar, nyeri dada, bahkan batuk atau mual.
Untuk membantu mencegah hal ini, salah satu cara paling sederhana namun efektif adalah mengatur posisi tidur yang benar. Berikut ini beberapa posisi tidur yang disarankan untuk mengurangi risiko refluks asam lambung:
1. Tidur Miring ke Kiri
Ini adalah posisi tidur terbaik bagi penderita asam lambung karena posisi ini menjaga agar lambung tetap berada di bawah katup esofagus.
Gravitasi membantu mencegah asam lambung naik ke atas. Sebaliknya, hindari tidur miring ke kanan, karena posisi tersebut menempatkan lambung di atas katup esofagus, membuat asam lebih mudah naik kembali ke kerongkongan.
2. Tidur dengan Kepala Lebih Tinggi
Meninggikan posisi kepala saat tidur dapat membantu menjaga asam lambung tetap di tempatnya. Caranya bisa dengan menggunakan bantal tambahan atau bantal khusus (wedge pillow), mengganjal bagian kepala tempat tidur agar sedikit lebih tinggi dari kaki.


