Infotren.id - Kematian tragis Affan Kurniawan, usai terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis 28 Agustus 2025 malam, menyisakan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan masyarakat luas.
Di balik insiden yang menelan nyawanya, tersimpan kisah hidup penuh perjuangan dari seorang anak muda yang dikenal pekerja keras, tulus, dan penuh harapan untuk masa depan. Berikut beberapa fakta kehidupan Affan Kurniawan yang kini dikenang banyak orang.
1. Tulang Punggung Keluarga
Affan Kurniawan adalah sosok yang menjadi tulang punggung keluarga. Ia tinggal di sebuah kontrakan sederhana berukuran 3 x 11 meter di kawasan Jati Pulogadung bersama orang tua, kakak, dan adiknya. Sejak remaja, Affan terbiasa membantu perekonomian keluarga. Ia rela bekerja apa saja demi bisa meringankan beban orang tuanya.
2. Berjuang Lewat Banyak Pekerjaan
Sebelum menjadi pengemudi ojek online, Affan sempat bekerja sebagai satpam. Namun, karena kebutuhan hidup semakin besar, ia memilih bergabung sebagai driver ojol yang memberinya fleksibilitas waktu sekaligus penghasilan tambahan. Meski penghasilannya tidak seberapa, Affan tetap konsisten mengirimkan sebagian untuk kebutuhan keluarga.
3. Ojol Sambil Kuliah
Tak banyak yang tahu, Affan ternyata juga seorang mahasiswa tingkat akhir. Ia kuliah sambil tetap mengojek demi membiayai pendidikannya. Harapan terbesarnya adalah bisa segera lulus dan menjadi sarjana, agar kelak bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik untuk membanggakan orang tua. Kisah perjuangannya ini membuat banyak orang terenyuh setelah kabar kematiannya merebak.
4. Tewas Saat Antar Pesanan
Tragisnya, saat insiden terjadi, Affan bukan bagian dari massa aksi demo. Ia berada di lokasi hanya karena sedang mengantar pesanan makanan. Takdir berkata lain, ia justru menjadi korban salah tempat dan salah waktu. Video amatir yang viral menunjukkan detik-detik mengenaskan ketika rantis Brimob menabraknya hingga tak terselamatkan.
5. Sosok yang Dikenang Baik
Bagi tetangga dan kerabatnya, Affan dikenal sebagai pribadi yang ramah, sederhana, dan penyayang keluarga. Ia sering kali menunda kesenangan pribadi demi bisa membantu orang rumah.
Salah satu kerabat bahkan menyebut, “Secara tidak langsung, dia memang sedang pulang bawa beras untuk keluarganya. Tapi kini ia pergi selamanya.” Ungkapan itu menggambarkan betapa besar pengorbanannya hingga akhir hayat.
Kepergian Affan Kurniawan menyisakan luka mendalam, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat yang mengikuti kisahnya. Kini, doa dan kenangan baik terus mengalir untuknya, sementara publik menunggu keadilan ditegakkan atas insiden tragis yang merenggut nyawanya.***


