INFOTREN.ID - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terus menunjukkan tren pelemahan seiring meningkatnya ketegangan sosial-politik di dalam negeri. 

‎Pada perdagangan Jumat, 29 Agustus 2025, rupiah ditutup melemah sebesar 147 poin ke level Rp16.499 per dolar AS, dari posisi sebelumnya di Rp16.352. Hari sebelumnya, pelemahan bahkan mencapai 160 poin.

‎Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan bahwa rupiah masih berpotensi tertekan pada Senin, 1 September 2025, dengan kisaran nilai tukar diperkirakan berada di antara Rp16.490 hingga Rp16.520 per dolar AS.

‎Menurut Ibrahim, pelemahan rupiah lebih disebabkan oleh faktor internal, khususnya meningkatnya ketegangan sosial dan politik yang mulai memanas sejak Kamis, 28 Agustus 2025. 

‎Salah satu pemicu utama adalah respons publik terhadap wacana pemerintah mengenai pemberian tunjangan perumahan bagi anggota DPR, yang menambah ketegangan di masyarakat.

iklan sidebar-1

‎Situasi semakin memburuk setelah aksi protes yang semula berjalan damai berubah menjadi ricuh. Pemicu kerusuhan adalah insiden tragis ketika sebuah kendaraan taktis milik Brimob menabrak seorang pengemudi ojek online, menyebabkan korban jiwa. Peristiwa ini menyulut kemarahan publik dan memperbesar ketidakpastian di ranah politik.

‎“Informasi tentang korban jiwa sudah menyebar luas di masyarakat sejak tadi malam, dan membuat situasi demonstrasi semakin tidak terkendali,” jelas Ibrahim dalam keterangannya.

‎Ia menambahkan bahwa insiden tersebut menambah tekanan bagi pasar keuangan, termasuk pada mata uang rupiah dan indeks saham. Menurutnya, pasar sangat sensitif terhadap faktor keamanan dan stabilitas politik.

‎“Dampaknya terasa signifikan, karena nilai tukar rupiah mengalami penurunan tajam. Jika sebelumnya saya perkirakan pelemahan moderat, realisasinya jauh lebih dalam. Rupiah sempat berada di level Rp16.433, turun sekitar 85 poin saat itu,” ujarnya.(*)