Infotren.id - Nama Merince Kogoya, perwakilan Papua Pegunungan di ajang Miss Indonesia 2025, tengah menjadi sorotan publik usai dirinya resmi didiskualifikasi dari kompetisi tersebut. Keputusan mengejutkan ini diambil pihak penyelenggara menyusul viralnya video lama Merince yang memperlihatkan dirinya mengibarkan bendera Israel di tanah Papua.
Merince Kogoya lahir di Wamena, Papua, pada 14 Agustus 2005. Sejak kecil, ia menempuh pendidikan di Jayapura, mulai dari SD Negeri Inpres Hedam Abepura, lalu melanjutkan ke SMP dan SMA Negeri 3 Jayapura. Saat ini, Merince diketahui merupakan mahasiswa jurusan Manajemen di Universitas Cendrawasih. Tak hanya aktif dalam dunia akademik, Merince juga dikenal berprestasi di bidang olahraga.
Namun, langkah Merince Kogoya menuju panggung nasional terhenti usai video reels miliknya yang diunggah dua tahun lalu kembali mencuat. Dalam video tersebut, Merince terlihat mengibarkan bendera Israel, yang kemudian memicu perdebatan di tengah masyarakat Indonesia, terutama di tengah situasi dukungan luas publik terhadap Palestina.
Pihak Miss Indonesia memutuskan mendiskualifikasi Merince Kogoya dan menggantikan posisinya sebagai finalis Papua Pegunungan dengan Karmen Anastasia. Merince pun tak kuasa menyembunyikan kekecewaannya. Lewat unggahan Instagram Story pada Sabtu, 28 Juni 2025, ia menyampaikan rasa kecewa sekaligus kegeramannya terhadap keputusan tersebut.
"Perjuangan dengan pertarungan hebat, orang lain yang menikmati," tulis Merince dalam unggahannya sambil memperlihatkan foto Karmen Anastasya yang kini menggantikannya.
Merince mengungkapkan perjuangannya selama empat bulan untuk meraih gelar Miss Papua Pegunungan 2025 demi bisa melaju ke tingkat nasional. Ia bahkan menyebut telah mengorbankan banyak hal, termasuk mendapat bantuan lebih dari Rp65 juta, demi mempersiapkan diri ke ajang Miss Indonesia.
Lebih dari itu, ia mengenang perjuangan timnya yang turut mempertaruhkan nyawa saat proses pembuatan video profil di tengah situasi rawan penembakan di Papua.
"Sakit, jatuh bangun, tangisan dalam perjalanan ini," ucapnya penuh emosi.
Terkait video kontroversialnya, Merince menegaskan bahwa aksinya mengibarkan bendera Israel semata-mata bagian dari keyakinan pribadinya sebagai seorang Kristiani.


