INFOTREN.ID - Kematian tragis Arya Daru Pangayunan, seorang Diplomat Ahli Muda di Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), meninggalkan luka dan tanda tanya besar. Ditemukan tak bernyawa di kamar indekosnya yang terletak di Jalan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat, Arya Daru tergeletak dengan kepala terlilit lakban. Sebuah pemandangan yang membuat bulu kuduk merinding dan memicu spekulasi mengerikan: apakah ini sebuah pembunuhan berencana?

Sebagai seorang yang pernah merasakan dinginnya bangku kuliah dan berdiskusi panjang lebar tentang kasus-kasus kriminal, mendengar berita ini membuat saya bergidik. Apalagi, dugaan pembunuhan ini bukan sekadar isapan jempol. Seorang kriminolog ternama pun angkat bicara.

Soeprapto, Sosiolog Kriminalitas sekaligus Dosen Purna dari Universitas Gadjah Mada (UGM), dengan tegas menduga bahwa Arya Daru adalah korban pembunuhan. Analisanya didasarkan pada kondisi jasad korban yang sangat janggal.

"Sangat mungkin korban itu dibunuh dengan cara dibius terlebih dahulu, ada dugaan seperti itu," kata Soeprapto, Minggu, 13 Juli 2025.

Bayangkan, wajah tertutup rapat oleh lakban dan posisi tubuh yang tidak menunjukkan tanda-tanda perjuangan untuk bernapas. Mungkinkah Arya Daru sudah tak berdaya sebelum lakban itu melilit kepalanya?

iklan sidebar-1

Soeprapto menekankan pentingnya bukti-bukti pendukung untuk menguatkan dugaan ini. Bukti CCTV baru yang merekam aktivitas di sekitar indekos korban menjadi kunci untuk mengungkap identitas pelaku dan motif pembunuhan.

"Dengan dukungan bukti baru dari CCTV, ada orang lalu lalang, polisi bisa mendalami siapa dan kapan sosok lalu lalang itu terjadi, dan mendalami serta melengkapi hasil autopsi untuk memastikan adakah makanan, minuman, dan lakban yang mengandung obat bius atau zat yang mematikan," ujar dia.

Pertanyaan-pertanyaan ini terus berputar di kepala saya. Siapa orang yang mondar-mandir di depan kamar Arya Daru? Apa motif di balik pembunuhan keji ini? Mungkinkah ada konspirasi yang lebih besar di balik kematian seorang diplomat muda? Kita hanya bisa berharap agar pihak kepolisian segera mengungkap kebenaran dan membawa pelaku ke hadapan hukum. Kasus ini bukan hanya tentang satu nyawa yang hilang, tetapi juga tentang keadilan dan keamanan bagi seluruh warga negara.