INFOTREN.ID - Di seluruh dunia, pergeseran menuju teknologi kecerdasan buatan (AI) semakin cepat dan tidak dapat dihindari. 

Perubahan ini tidak hanya menciptakan inovasi baru, tetapi juga mengguncang sektor pekerjaan yang selama ini stabil. 

Dalam laporan terbaru yang dilansir dari YahooNews (20/11), perempuan disebut “dua kali lebih mungkin menempati pekerjaan yang berada di bawah ancaman AI”, terutama pada bidang administrasi, pembukuan, kasir, dan peran kantor yang banyak mengandalkan rutinitas.

Data tersebut menjadi alarm awal bahwa transformasi digital membawa risiko yang tidak merata. Kelompok tenaga kerja tertentu, terutama perempuan, berada pada titik rentan yang tidak boleh diabaikan.

Potret Ancaman: Pekerjaan yang Paling Mudah Tergusur

iklan sidebar-1

Secara global, pekerjaan yang didominasi perempuan memang lebih berkaitan dengan tugas repetitif, manual, dan administratif.

Ketika perusahaan berlomba mengadopsi otomatisasi, posisi-posisi inilah yang paling cepat digantikan mesin.

Studi yang dirujuk dalam laporan tersebut bahkan menyoroti bahwa perempuan 20 persen lebih kecil kemungkinannya menggunakan alat AI generatif dibandingkan laki-laki.

Kesenjangan ini bukan hanya soal kemampuan, tetapi juga akses, kepercayaan diri digital, dan informasi.