Infotren.id - Nestapa menghampiri sejumlah nasabah Bank DKI di tengah sukacita perayaan Lebaran akibat gangguan layanan perbankan yang melumpuhkan transaksi penting. Aplikasi JakOne Mobile yang menjadi andalan banyak nasabah dilaporkan mengalami kendala serius, menghambat transfer dana ke bank lain maupun dompet digital.
Keluhan demi keluhan membanjiri media sosial, mencerminkan kekecewaan mendalam atas ketidakmampuan mengakses layanan keuangan di momen krusial. Terlebih hal itu terjadi pada momentum perayaan Lebaran.
Bareskrim Polri merespons cepat keluhan nasabah dan langkah proaktif dari manajemen Bank DKI yang melaporkan permasalahan ini. Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri, Kombes Erdi A. Chaniago, mengonfirmasi adanya laporan dari pihak bank sejak 1 April lalu.
"Benar pada 1 April kami telah menerima laporan dari pihak Bank DKI," ujarnya kepada wartawan, Kamis (10/4/2025).
Kombes Erdi menegaskan bahwa laporan yang diajukan Bank DKI kini tengah menjadi fokus utama penyidik Bareskrim Polri untuk didalami secara menyeluruh.
"Saat ini pelaporan tengah didalami dan dipelajari lebih lanjut," imbuhnya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, juga telah menunjukkan ketidakpuasannya dengan mengambil tindakan tegas terhadap jajaran manajemen Bank DKI. Pemberhentian Direktur Teknologi dan Operasional menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah provinsi tidak akan mentolerir kelalaian yang berulang dalam pengelolaan sistem krusial.
"Karena kejadiannya sudah tiga kali, saya memutuskan, yang pertama, semuanya dilaporkan kepada Bareskrim," ungkap Pramono dengan nada geram, menunjukkan adanya dugaan persoalan yang lebih dalam di balik gangguan teknis.
Pramono bahkan secara terbuka menyinggung adanya potensi kebocoran sistem yang menjadi penyebab utama dari gangguan layanan yang dialami nasabah.


