INFOTREN.ID - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan optimisme bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini akan melampaui 5,5%, didorong oleh dampak pencairan stimulus tambahan, khususnya Bantuan Langsung Tunai (BLT) senilai Rp30 triliun.
Kebijakan ini merupakan realokasi dari hasil efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Pemerintah telah mengalokasikan tambahan anggaran sebesar Rp30 triliun untuk BLT Kesejahteraan Rakyat (Kesra). Dana ini bersumber dari efisiensi APBN dan dipastikan tidak akan membebani keuangan negara.
"Kita kaya kok, jangan anggap kita miskin. Gini-gini kaya juga. Kalau Rp30 triliun aja bisa lah." tegas Purbaya.
Tujuan utama pencairan BLT adalah memperkuat daya beli masyarakat, yang merupakan kontributor utama (lebih dari separuh) terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.
Program BLT ini menargetkan lebih dari 35 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Bantuan akan disalurkan selama tiga bulan (Oktober hingga Desember) dengan nominal Rp300 ribu per bulan per keluarga.
Purbaya meyakini bahwa penyaluran dana BLT yang langsung ke masyarakat ini akan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi di Kuartal IV 2025.
Menurut perhitungannya, dampak stimulus ini bahkan bisa membuat pertumbuhan ekonomi mencapai angka 5,67% atau hampir 5,7%, melebihi target awal 5,5%.
Keyakinan ini juga diperkuat oleh data awal seperti kenaikan penjualan ritel, yang menunjukkan dampak stimulus pemerintah mulai terasa.


