INFOTREN.ID - PT Global Digital Niaga Tbk (Blibli) mencatat kinerja yang kontras di kuartal III 2025.
Pendapatan perusahaan melonjak 25 persen menjadi Rp15,24 triliun dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp12,13 triliun.
Namun di sisi lain, Blibli justru masih menanggung rugi bersih sebesar Rp1,84 triliun.
Mengutip CNBC Indonesia (4 November 2025), kenaikan pendapatan belum mampu menutupi lonjakan beban operasional dan biaya pokok pendapatan yang mencapai Rp12,56 triliun, naik dari Rp9,79 triliun pada tahun sebelumnya. Beban penjualan dan administrasi juga meningkat signifikan.
Kondisi ini menekan margin keuntungan dan membuat Blibli harus mengambil langkah korektif untuk menjaga keberlanjutan bisnisnya.
Langkah Efisiensi: PHK 270 Karyawan
Di tengah tekanan tersebut, Blibli memutuskan untuk merampingkan struktur organisasinya dengan mem-PHK 270 karyawan pada Oktober 2025.
“Langkah ini merupakan bagian dari penyesuaian organisasi agar perusahaan dapat bergerak lebih efektif dan efisien, serta membuka peluang pertumbuhan berkelanjutan,” ujar manajemen Blibli dalam keterangan resmi yang dikutip CNBC Indonesia (9 November 2025).
Perusahaan menegaskan bahwa proses PHK dilakukan dengan menghormati hak karyawan dan memberikan kompensasi “sesuai atau bahkan lebih dari ketentuan yang berlaku”.


