Oleh : Pdt Jhon P. E. Simorangkir 

Perjalanan pelayanan ini bermula dari percakapan ringan dengan inang Sarah Tobing setelah melihat backdrop deklarasi pencalonan yang dipersiapkan Tim JPS Road to Bishop di Grand Andilaman, 25 Juli 2025.

Saat itu, saya menyampaikan kerinduan sekaligus keterpanggilan hati untuk melayani GKPI sebagai Bishop.

Saya berkata kepada inang Sarah, “Boleh saya minta backdrop ini? Alangkah baiknya bila kelak dipasang di Lobuhole, Tarutung, kampung ayah saya, Almarhum Pdt. Salamat Tua Simorangkir.” Inang Sarah menyambut hal itu dengan penuh antusias.

Seiring perjalanan waktu, saya semakin menyadari bahwa penempatan saya oleh amang Bishop Abdul Hutauruk, M.Th di GKPI Resort Medan Barat (sejak 2022) bukanlah kebetulan.

iklan sidebar-1

Semua ini ternyata bagian dari proses Tuhan untuk mempersiapkan diri saya melayani di tingkat yang lebih luas.

Jiwa dan batin saya selalu tertuju pada doa dan solitude. Dari doa, lahirlah persekutuan, dan dari persekutuan, lahirlah pelayanan.

Seperti refleksi Henri Nouwen dari Lukas 6:12-19, Yesus memulai pelayanan-Nya dari doa, lalu membentuk kemuridan, dan akhirnya menghadapkan diri pada dunia.

Saya pun rindu berdoa di Lobuhole—kampung halaman ayah saya—yang jaraknya sekitar delapan kilometer dari Tarutung, di balik Salib Kasih, Simorangkir.