Infotren - Konsumsi teh dan kopi memang sudah menjadi bagian dari gaya hidup banyak orang. Namun, belakangan muncul kekhawatiran bahwa kedua minuman ini bisa merusak fungsi ginjal.
Menurut para ahli kesehatan, konsumsi teh dan kopi dalam jumlah wajar umumnya tidak membahayakan ginjal. Masalah baru muncul jika dikonsumsi secara berlebihan atau oleh individu dengan gangguan ginjal tertentu.
Kandungan kafein dalam kopi dan teh bersifat diuretik yang bisa meningkatkan frekuensi buang air kecil. Bila tubuh tidak terhidrasi dengan baik, kondisi ini dapat memengaruhi kerja ginjal secara perlahan.
Selain kafein, beberapa jenis teh mengandung oksalat yang tinggi, zat yang bisa memicu terbentuknya batu ginjal. Karena itu, penting untuk menyeimbangkan konsumsi teh dengan asupan air putih yang cukup.
Penelitian juga menunjukkan bahwa minuman ini bisa memberikan manfaat jika dikonsumsi dalam batas aman. Antioksidan dalam teh dan kopi justru dapat melindungi tubuh dari kerusakan sel dan peradangan.
Namun bagi penderita hipertensi atau penyakit ginjal kronis, konsumsi teh dan kopi tetap harus dibatasi. Konsultasi dengan dokter sangat disarankan untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan.
Kesimpulannya, teh dan kopi tidak secara langsung merusak ginjal jika dikonsumsi secara moderat. Kunci utamanya adalah tidak berlebihan dan menjaga pola hidup sehat secara menyeluruh.


