Infotren.id - Gelombang kejutan menerpa Bank DKI, dengan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengambil langkah tegas menjatuhkan sanksi kepada jajaran direksi. Keputusan ini diduga kuat dipicu oleh polemik internal yang berkepanjangan dan dinilai mengganggu kinerja bank. Langkah drastis ini sontak memicu spekulasi mengenai akar permasalahan di tubuh Bank DKI. Sumber terpercaya mengindikasikan sanksi berupa teguran keras hingga potensi perombakan direksi.

Gubernur Pramono Anung dalam pernyataan resminya mengungkapkan kekecewaannya terhadap dinamika internal Bank DKI. 

"Saya telah mengambil tindakan tegas terhadap jajaran direksi Bank DKI sebagai respons atas polemik internal yang saya nilai telah menghambat kinerja dan merusak citra bank," tegas Pramono, di Jakarta, baru-baru ini. 

Pramono menekankan bahwa Bank DKI sebagai aset penting daerah harus dikelola secara profesional dan solid demi kepentingan masyarakat Jakarta.

Polemik internal di Bank DKI disinyalir melibatkan perbedaan pandangan strategis terkait kebijakan krusial seperti penyaluran kredit dan pengembangan layanan digital. Disharmoni ini diduga menghambat pengambilan keputusan efektif dan mempengaruhi operasional bank. Sebagai pemegang saham mayoritas, Pemprov DKI Jakarta memiliki tanggung jawab untuk memastikan Bank DKI berjalan sesuai visi dan misi. Langkah sanksi ini dipandang sebagai upaya memulihkan stabilitas dan efektivitas bank.

iklan sidebar-1

Bentuk sanksi yang dijatuhkan belum dirinci secara publik, namun spekulasi meliputi teguran resmi hingga evaluasi kinerja direksi yang berpotensi berujung pada penggantian personel. Pasar dan nasabah menantikan kejelasan resmi mengingat dampaknya terhadap layanan dan kepercayaan publik. Bank DKI memiliki peran vital dalam perekonomian Jakarta, mendukung program pemerintah daerah dan melayani kebutuhan finansial masyarakat serta pelaku usaha.

Gubernur Pramono Anung menegaskan komitmennya untuk memastikan Bank DKI kembali fokus pada pelayanan dan kontribusi positif bagi Jakarta. 

"Saya berharap tindakan ini menjadi momentum bagi seluruh jajaran manajemen Bank DKI untuk melakukan pembenahan internal secara menyeluruh," katanya. 

Ia menekankan pentingnya soliditas dan profesionalisme dalam mengelola bank daerah. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan terus memantau perkembangan dan mengambil langkah yang diperlukan demi kepentingan Bank DKI dan masyarakat Jakarta.