INFOTREN.ID - Indonesia mencatat tonggak penting dalam sektor energi. Sejak Oktober 2025, lifting minyak nasional mencapai rata-rata 605.000 barel per hari, angka tertinggi sejak 2008.
Menyikapi hal ini, anggota Komisi VII DPR RI Dewi Yustisiana menyampaikan apresiasinya kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
“Yang pertama tentu kami mengapresiasi pencapaian lifting minyak nasional yang sejak Oktober 2025 mencapai rata-rata sekitar 605.000 barel per hari. Ini merupakan capaian tertinggi sejak tahun 2008,” ungkap Dewi dalam Rapat Kerja Komisi VII DPR RI dengan Menteri ESDM.
Angka ini seolah menjadi bukti kerja keras pemerintah di tengah tekanan global energi.
Namun di balik euforia itu, muncul pertanyaan: apakah rekor tersebut benar-benar menandakan kebangkitan industri energi nasional atau justru hanya momen sesaat di tengah stagnasi investasi migas?
Penertiban Tambang dan Harapan Baru di Hulu Energi
Capaian di sektor minyak dibarengi langkah tegas Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal Minerba.
Pemerintah berhasil menutup 190 IUP yang bermasalah terkait reklamasi dan menertibkan tambang ilegal di Bangka Belitung yang sudah puluhan tahun beroperasi tanpa izin.
Langkah ini bukan hanya soal penegakan aturan, tapi juga upaya memulihkan tata kelola industri pertambangan agar lebih sehat dan berkelanjutan. Meski begitu, konsistensi menjadi kunci.


