Infotren - Kekuatan udara menjadi salah satu indikator utama dalam menilai kehebatan militer suatu negara. Dengan pesawat tempur canggih dan armada udara yang besar, negara-negara adidaya berlomba-lomba mendominasi langit.

Amerika Serikat masih berada di puncak dengan total lebih dari 13.000 unit pesawat militer. Angka ini mencakup jet tempur, pesawat angkut, helikopter, hingga pesawat pengintai.

Di posisi kedua, Rusia memiliki sekitar 4.100 pesawat militer aktif, menjadikannya kekuatan udara terbesar di Eropa. Modernisasi armada tempurnya seperti Su-57 memperkuat dominasi Moskow di langit Eurasia.

China menyusul di posisi ketiga dengan lebih dari 3.200 pesawat, sebagian besar berasal dari produksi dalam negeri seperti Chengdu J-20. Ambisi Beijing untuk menyaingi kekuatan udara Barat terlihat dari peningkatan anggaran pertahanan tahunannya.

India dan Korea Selatan menempati posisi selanjutnya, masing-masing dengan kekuatan udara yang terus tumbuh. Mereka mengandalkan kombinasi pesawat tempur lokal dan impor seperti Rafale, F-15, serta Sukhoi.

iklan sidebar-1

Turki, Jepang, dan Mesir juga masuk daftar 10 besar dengan kekuatan udara yang signifikan. Ketiganya memperkuat armadanya dengan pembaruan teknologi dan kerja sama pertahanan global.

Mengakhiri daftar, Arab Saudi dan Pakistan memperkuat eksistensi regionalnya dengan pesawat tempur modern seperti Eurofighter Typhoon dan JF-17. Kekuatan udara kini tak hanya soal jumlah, tapi juga kecanggihan dan kesiapsiagaan tempur.

--