Infotren.id - Kabar kedekatan antara aktris Jennifer Coppen dan pesepak bola muda Justin Hubner terus menjadi perbincangan publik, terutama setelah munculnya isu ketegangan antara Jennifer dan keluarga mendiang suaminya, Dali Wassink. Di tengah derasnya spekulasi, Yaya Kamari, ibu dari Dali dan ibu mertua Jennifer akhirnya angkat bicara dengan nada yang menenangkan dan penuh kebijaksanaan.
Dalam sebuah video reflektif yang dibagikan Yaya Kamari, perempuan berusia 53 tahun itu menyinggung banyak hal tentang kehidupannya, termasuk dinamika keluarga, kesedihan yang ia rasakan sejak kehilangan orang-orang tercinta, hingga bagaimana ia memandang langkah hidup menantunya, Jennifer.
Yaya secara terbuka menyebut bahwa ia tahu banyak orang menyoroti Jennifer karena dinilai terlalu cepat melanjutkan hidup setelah kepergian Papa Dali. Namun menurutnya, setiap orang punya cara masing-masing untuk menghadapi kehilangan.
“Aku lebih memilih Jennifer bisa melanjutkan hidup dengan bahagia, daripada dia terus larut dalam kesedihan. Yang penting dia tahu bagaimana tetap hidup dengan bahagia,” ujar Yaya dalam unggahan TikTok terbarunya pada 21 Mei 2025.
Wanita paruh baya tersebut juga tidak menampik adanya dinamika dalam keluarga. Ia menyebut bahwa pertengkaran antar saudara, mantan pasangan, bahkan anak adalah hal biasa dan bukan sesuatu yang perlu dibesar-besarkan. Ia pernah tidak bicara dengan saudaranya selama satu tahun, namun tetap memiliki rasa rindu dan kepedulian.
Hal ini selaras dengan situasi yang terjadi antara Jennifer dan Zoe Wassink, adik mendiang Dali, yang baru-baru ini ramai diperbincangkan karena aksi saling unfollow di media sosial. Meskipun keduanya mengaku tengah menghadapi persoalan pribadi, baik Jennifer maupun Joe sama-sama meminta publik untuk tidak membuat asumsi liar dan menghormati privasi mereka.
Sebagai ibu dari tiga anak, ini dua anak tersebut menegaskan bahwa ia akan selalu membela anak-anaknya, bahkan ketika mereka salah. Ia menyadari bahwa naluri seorang ibu adalah untuk melindungi.
Pernyataan ini secara tidak langsung memberi isyarat bahwa dukungannya terhadap Jennifer tidak akan hilang, sekalipun ada perbedaan pandangan atau konflik dalam keluarga.
Yaya menutup refleksinya dengan mengungkapkan bahwa hidupnya sangat berat sejak kepergian ayah, saudara, dan terutama anaknya, Dali, pada 2023. Ia menyebut 2023 dan 2024 sebagai tahun-tahun yang buruk, tapi menolak untuk menyerah.***


