INFOTREN.ID - Kentut, atau dalam istilah medis disebut flatulensi, merupakan proses alami tubuh yang terjadi ketika gas dalam sistem pencernaan dikeluarkan melalui anus. Meskipun sering dianggap memalukan, kentut sebenarnya adalah tanda bahwa sistem pencernaan sedang bekerja.

‎Namun, ada kalanya kentut terjadi terlalu sering atau disertai gejala lain yang mengganggu. Dalam kondisi seperti ini, penting untuk tidak mengabaikannya. Bisa jadi itu adalah sinyal bahwa tubuh sedang mengalami gangguan pencernaan atau kondisi medis tertentu.

‎Menurut Better Health, jumlah kentut yang dianggap normal bervariasi antar individu. Beberapa orang hanya buang angin beberapa kali dalam sehari, sementara yang lain bisa mencapai hingga 40 kali. Rata-rata orang dewasa buang angin sekitar 15 kali dalam sehari.

‎Kentut yang terlalu sering, terutama jika disertai bau menyengat, suara keras, atau rasa sakit di perut, bisa menjadi tanda adanya gangguan. Misalnya, penumpukan gas yang berlebihan dapat menyebabkan perut terasa kembung, kram ringan, atau bahkan nyeri.

‎Tak hanya berdampak fisik, kentut berlebihan juga bisa memengaruhi kesehatan mental. Rasa malu dan tidak nyaman dalam situasi sosial bisa membuat seseorang menarik diri atau merasa stres. Ini terutama terjadi jika kentut terjadi di tempat umum atau saat berada di tengah-tengah orang lain.

iklan sidebar-1

‎Ada beberapa penyebab umum mengapa seseorang bisa kentut lebih sering dari biasanya. Salah satunya adalah menelan udara secara tidak sadar, seperti saat makan terlalu cepat, berbicara sambil mengunyah, atau sering mengunyah permen karet.

‎Selain itu, konsumsi makanan tinggi serat juga dapat memicu produksi gas. Contoh makanan ini termasuk brokoli, kubis, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh. Serat memang penting untuk kesehatan, tetapi dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan gas berlebih di usus.

‎Beberapa orang juga mengalami intoleransi laktosa, yaitu kondisi di mana tubuh tidak mampu mencerna gula dalam produk susu. Akibatnya, susu dan produk turunannya dapat menyebabkan gas, kembung, dan diare.

‎Ada pula jenis karbohidrat tertentu yang dikenal sebagai FODMAP (Fermentable Oligosaccharides, Disaccharides, Monosaccharides and Polyols). Karbohidrat ini sulit dicerna oleh sebagian orang dan cenderung difermentasi oleh bakteri usus, menghasilkan gas dalam jumlah besar. Makanan yang mengandung FODMAP meliputi bawang, apel, semangka, madu, dan beberapa pemanis buatan.