Infotren - Gejala maag yang sering dianggap sepele ternyata bisa menjadi indikasi awal penyakit yang lebih serius, termasuk kanker usus. Para ahli kesehatan mengingatkan pentingnya membedakan keluhan lambung biasa dengan gangguan sistem pencernaan yang kronis.
Kanker usus kerap berkembang secara perlahan dan tanpa gejala yang spesifik di tahap awal. Sayangnya, banyak pasien terlambat menyadari karena mengira hanya mengalami gangguan maag biasa.
Gejala seperti perut kembung, mual berkepanjangan, hingga nyeri pada bagian perut bawah sebaiknya segera diperiksa lebih lanjut. Terlebih jika disertai perubahan pola buang air besar atau adanya darah pada feses.
Dokter menyarankan pemeriksaan endoskopi atau kolonoskopi untuk mendeteksi kemungkinan adanya kelainan di saluran cerna. Deteksi dini menjadi kunci utama dalam meningkatkan peluang kesembuhan dari kanker usus.
Gaya hidup sehat dengan pola makan tinggi serat, rendah lemak, dan cukup cairan juga penting dalam mencegah gangguan pencernaan kronis. Hindari konsumsi alkohol dan merokok yang dapat memperparah kondisi lambung.
Jika keluhan maag tidak kunjung membaik meski sudah diberi obat, segera konsultasikan ke dokter spesialis. Jangan menunda pemeriksaan karena penanganan lebih awal bisa menyelamatkan nyawa.
Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini kanker usus masih rendah, padahal kasusnya terus meningkat tiap tahun. Edukasi dan skrining berkala menjadi langkah penting untuk menghindari risiko yang lebih besar.


