Infotren - Kesadaran masyarakat terhadap kandungan makanan yang dikonsumsi semakin meningkat, terutama bagi mereka yang menjalankan pola makan halal. Salah satu bahan yang perlu diwaspadai adalah minyak babi yang kerap digunakan dalam industri makanan secara tersembunyi.
Minyak babi atau lard sering digunakan karena memberikan rasa gurih dan tekstur renyah pada makanan. Sayangnya, tidak semua produsen mencantumkan informasi ini secara jelas pada label produk.
Ciri utama makanan yang mengandung minyak babi adalah aroma khas yang lebih tajam dan cenderung amis dibandingkan minyak nabati. Selain itu, makanan tersebut biasanya memiliki kilau lebih pekat dan tampak berminyak berlebihan.
Makanan dengan tekstur sangat renyah dan gurih yang tidak biasa juga bisa menjadi indikasi penggunaan minyak babi. Ini sering ditemukan pada kudapan gorengan, kue tradisional, atau makanan beku olahan.
Label makanan yang mencantumkan istilah seperti "shortening" atau "lard" patut diwaspadai karena bisa mengindikasikan keberadaan lemak babi. Istilah asing ini kerap membuat konsumen lengah dalam memahami komposisi produk.
Produk impor atau buatan rumahan yang tidak tersertifikasi halal juga rentan menggunakan minyak babi karena lebih murah dan mudah diperoleh. Oleh karena itu, penting bagi konsumen untuk membeli produk yang sudah memiliki label halal resmi dari lembaga terpercaya.
Sebagai langkah preventif, masyarakat diimbau selalu membaca label komposisi dengan teliti dan memilih produsen yang transparan soal bahan baku. Edukasi dan kesadaran konsumen menjadi kunci utama dalam menjaga kehalalan dan keamanan pangan yang dikonsumsi sehari-hari.


