Infotren.id - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) melahirkan berbagai inovasi, salah satunya deepfake. Teknologi ini memungkinkan manipulasi wajah atau suara seseorang dalam sebuah video hingga terlihat sangat meyakinkan. Tak jarang, deepfake digunakan untuk membuat konten hiburan, namun di sisi lain bisa disalahgunakan untuk menyebarkan hoaks, fitnah, bahkan penipuan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk tahu cara membedakan video deepfake dengan video asli.


Deepfake berasal dari gabungan kata deep learning dan fake. Teknologi ini memanfaatkan algoritma AI untuk mengganti wajah, suara, atau gerakan seseorang dalam video dengan orang lain. Hasilnya bisa terlihat sangat nyata hingga sulit dibedakan dengan video asli.

Bahaya Deepfake
1. Penyebaran hoaks: Bisa menampilkan tokoh publik atau selebriti seolah mengucapkan atau melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak pernah terjadi.
2. Manipulasi opini: Digunakan untuk propaganda politik atau menjatuhkan reputasi seseorang.
3. Kejahatan digital: Bisa dipakai untuk penipuan dengan menyamar sebagai orang lain.


Cara Membedakan Video Deepfake dan Asli
1. Perhatikan Detail Wajah
Deepfake sering meninggalkan “cacat digital” seperti pergerakan bibir yang kurang sinkron dengan suara, ekspresi wajah yang tidak alami, atau mata yang berkedip dengan frekuensi tidak wajar.

2. Cek Gerakan Tubuh
Gerakan tubuh kadang tidak selaras dengan ekspresi wajah. Misalnya, kepala bergerak ke kanan, tetapi sorot mata tidak mengikuti.

iklan sidebar-1

3. Kualitas Video
Banyak video deepfake memiliki kualitas gambar yang agak buram pada area wajah, terutama saat video diperlambat.

4. Perhatikan Suara
Deepfake kadang gagal menirukan intonasi atau emosi suara asli. Ada perbedaan kecil yang terasa tidak natural.

5. Gunakan Alat Deteksi Deepfake
Beberapa platform seperti Deepware Scanner, Sensity AI, atau fitur cek fakta di media kredibel dapat membantu mengidentifikasi keaslian video.

6. Cek Sumber Video
Lihat apakah video diunggah dari akun resmi, media terpercaya, atau hanya beredar di platform tidak jelas. Biasanya hoaks deepfake menyebar tanpa sumber kredibel.