INFOTREN.ID – Perjuangan dramatis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie (Jojo), di babak semifinal Hylo Open 2025 melawan wakil Prancis, Alex Lanier, tidak hanya memukau publik Tanah Air, tetapi juga menjadi perbincangan hangat di kalangan warganet bulutangkis China. 

Momen comeback sensasional Jojo dari ketertinggalan jauh di gim kedua menuai pujian tinggi, bahkan ada yang menyebutnya sebagai demonstrasi "Mental Baja" yang harus ditiru oleh pemain muda China.

Pertandingan yang berakhir dengan skor rubber game 18-21, 21-19, 21-9 untuk Jojo ini mencapai klimaksnya pada gim kedua.

Puncak keriuhan warganet China terjadi ketika Jonatan Christie tampak berada di ambang kekalahan pada gim kedua. Setelah kalah di gim pertama, Jojo sempat tertinggal jauh 4-11 di interval gim kedua. Situasi ini membuat Lanier, unggulan keempat, tampak percaya diri untuk menutup pertandingan. Namun, di sinilah "Jojo Mode Comeback" menyala.

Melalui rally panjang yang melelahkan dan kombinasi smash keras serta penempatan bola akurat, Jojo secara ajaib mampu membalikkan keadaan. 

iklan sidebar-1

Jojo mulai mendekat, menyamakan kedudukan, hingga akhirnya merebut keunggulan dan memenangkan gim kedua dengan skor ketat 21-19. Momentum ini secara total meruntuhkan mental Alex Lanier, yang kemudian seolah "kehabisan bensin" di gim penentu.

Diskusi di platform media sosial China, seperti Weibo dan forum-forum bulutangkis, dipenuhi dengan kekaguman atas ketahanan mental dan fisik Jojo.

"Jojo ini benar-benar tidak bisa ditebak. Ketika semua orang berpikir dia akan kalah di gim kedua, dia malah melakukan comeback yang tak masuk akal. 4-11? Itu sungguh mental baja!" tulis seorang warganet.

 "Energi fisiknya luar biasa. Lanier seperti seorang anak kecil di gim ketiga setelah comeback yang dilakukan Jojo. Kehilangan gim kedua benar-benar menghancurkan pertahanannya."