Infotren - Serangan rudal Iran mengguncang beberapa wilayah Israel dan menimbulkan kepanikan massal. Banyak warga Israel dilaporkan melarikan diri ke Mesir untuk menyelamatkan diri dari potensi serangan lanjutan.

Kepanikan warga yang menyebrangi perbatasan menimbulkan respons keras dari publik dalam negeri Israel. Mereka mengecam tindakan tersebut sebagai bentuk pengkhianatan dan ketakutan berlebihan.

Sementara itu, pemerintah Israel belum memberikan pernyataan resmi terkait eksodus warganya ke Mesir. Namun sejumlah pejabat militer menyayangkan kepanikan massal yang dinilai memperburuk situasi keamanan.

Di media sosial, kemarahan publik makin meluas dengan tagar #BertahanUntukIsrael menjadi trending. Banyak yang menuntut sanksi bagi warga yang dianggap melarikan diri dari tanggung jawab membela negara.

Mesir sendiri telah memperketat pengawasan di perbatasan menyusul arus masuk mendadak warga Israel. Otoritas Mesir menegaskan akan tetap berkoordinasi dengan Israel untuk menjaga stabilitas kawasan.

iklan sidebar-1

Iran mengklaim serangan rudalnya merupakan respons atas tindakan militer Israel sebelumnya di wilayah regional. Ketegangan antara kedua negara terus meningkat, memicu kekhawatiran konflik skala penuh.

Pengamat politik menilai kepanikan warga Israel bisa dimanfaatkan Iran untuk memperlemah solidaritas nasional. Situasi ini dinilai sebagai ujian besar bagi kepemimpinan Netanyahu dalam menjaga kepercayaan publik.