INFOTREN, ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) menanggapi sorotan publik soal laporan keuangan setebal 520 halaman yang viral di media sosial.

Plt Kepala BKAD Tangsel, Heru Agus Santoso, menyampaikan bahwa APBD 2024 memang mencatat defisit Rp190,35 miliar. Namun kondisi keuangan daerah masih terkendali karena ditopang Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) tahun sebelumnya sebesar Rp220,35 miliar.

“Realisasi pendapatan mencapai Rp4,50 triliun atau 98,34 persen dari target, sementara belanja Rp4,61 triliun atau 96,72 persen. Defisit sudah diantisipasi sejak awal melalui SILPA,” jelas Heru, Minggu (21/9/2025).

Ia menambahkan, pada awal tahun anggaran 2025 Tangsel masih memiliki SILPA tersisa Rp110,29 miliar. Faktor utama defisit disebut karena banyaknya usulan program dari perangkat daerah.

Menanggapi isu dominasi belanja pegawai, BKAD menegaskan porsinya masih di bawah batas maksimal yang ditetapkan Permendagri. Tahun 2024, belanja pegawai tercatat Rp1,30 triliun atau 24,95 persen, jauh di bawah ketentuan 30 persen.

iklan sidebar-1

Untuk mencegah defisit berulang, BKAD menyiapkan langkah efisiensi, optimalisasi PAD, serta evaluasi program agar lebih fokus pada mandatory spending dan prioritas daerah.

“Keuangan daerah harus tetap transparan dan akuntabel demi menjaga kepercayaan publik,” pungkas Heru.

Seperti diberitakan sebelumnya, laporan keuangan setebal 520 halaman yang viral di media sosial tersebut awalnya diunggah akun Instagram @leonyvh pada Jumat (19/9/2025) lalu, dan mendapatkan respon publik.