INFOTREN.ID - Video singkat di media sosial memperlihatkan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) NTB, Zamroni Aziz melempar mikrofon usai melantik pejabat barunya beberapa waktu lalu.
Aksi itu sontak viral, menuai sorotan publik, dan memunculkan berbagai tafsir: sekadar emosi sesaat atau simbol kepemimpinan yang keras.
Di balik peristiwa itu, terselip fakta lain: sang pejabat sempat terseret kasus dugaan korupsi pada masa lalu meski belum terbukti bersalah.
Riwayat kelam masa lalu ini membuat publik kian sensitif dalam menilai setiap gestur dan tindakannya.
Resonansi Publik
Bagi sebagian orang, insiden itu mungkin hanya “kelalaian kecil”. Namun bagi masyarakat yang haus akan teladan, kejadian ini terasa mencoreng marwah lembaga keagamaan.
Di tengah sorotan publik, setiap sikap pejabat adalah pesan simbolis yang mudah dimaknai, bahkan bisa berbalik menjadi bumerang.
Di Instagram resmi Kanwil Kemenag NTB, sang pejabat kemudian menyampaikan permohonan maaf.
"Saya, Haji Zamroni Aziz, atas nama pribadi dengan penuh kerendahan hati menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Nusa Tenggara Barat, terkait dengan video yang beredar," ucap Zamroni.


