INFOTREN.ID— Sebuah perjalanan laut yang seharusnya menjadi pengalaman wisata berubah menjadi malam penuh ketakutan. Sebuah video berdurasi sekitar 2 menit 22 detik yang kini beredar luas di media sosial merekam detik-detik mencekam saat sebuah kapal penumpang dihantam ombak besar di tengah malam, di perairan sekitar Labuan Bajo dan Pulau Padar.

Dalam rekaman yang di kutip dari Hey Bali News, suasana di dalam kapal sudah jauh dari normal. Air laut tampak menggenangi lantai kabin, membuat barang-barang penumpang berserakan dan ikut terombang-ambing mengikuti kerasnya guncangan kapal. Kepanikan tak terhindarkan. Teriakan “Ya Allah” terdengar berulang kali, disusul tangisan penumpang yang ketakutan.

Situasi semakin genting ketika seorang pria, diduga kru kapal atau penumpang yang berusaha tetap tenang, terdengar memberi instruksi tegas. Ia meminta seluruh penumpang keluar dari kamar dan segera mengenakan jaket keselamatan. “Jangan ada yang di kamar, keluar semua. Pakai life jacket!” teriaknya di tengah hiruk pikuk ombak dan kepanikan.

Perempuan dan anak-anak terlihat tergesa mengenakan jaket pelampung berwarna oranye. Di antara suara ombak yang menghantam kapal, terdengar suara seorang perempuan menangis sambil bertanya dengan nada putus asa, “Tenggelamkah kita?”

Momen paling menegangkan terjadi ketika kamera diarahkan ke bagian depan kapal. Dalam gelapnya malam, hanya cahaya lampu kapal yang menerangi ombak besar yang terus menghantam haluan. Setiap gelombang membuat kapal terangkat lalu menghantam permukaan laut dengan keras, menyebabkan air kembali masuk ke dalam kapal. Beberapa penumpang terlihat mengalami mabuk laut berat, namun perhatian semua orang tertuju pada satu hal: bertahan hidup.

iklan sidebar-1

Di balik kepanikan, tampak pula upaya saling membantu. Penumpang memastikan satu sama lain telah mengenakan jaket keselamatan dengan benar. Video berakhir dalam suasana tegang, tanpa kejelasan nasib akhir kapal maupun para penumpangnya.

Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi mengenai nama kapal, jumlah penumpang, maupun adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Terkait Peringatan Cuaca dan Penutupan Jalur Wisata

Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya kewaspadaan cuaca di wilayah Nusa Tenggara Timur. Dalam rekaman yang juga memuat percakapan radio antar kapal (marine radio), terdengar peringatan mengenai kondisi laut buruk akibat aktivitas siklon di wilayah selatan yang memicu fenomena swell atau gelombang alun tinggi.