INFOTREN.ID - Upacara penghormatan biasanya berlangsung khidmat, mengalir dalam tata cara yang rapi dan penuh penghormatan. Namun Minggu pagi itu, suasana di Auditorium Madidihang, Akademi Usaha Perikanan (AUP) Kelautan dan Perikanan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, mendadak berubah. Di tengah prosesi pelepasan jenazah tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), sebuah peristiwa tak terduga terjadi di depan mata para pelayat.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono tiba di podium untuk memimpin upacara penyerahan jenazah kepada keluarga. Waktu menunjukkan sekitar pukul 09.20 WIB. Namun belum sempat menyampaikan amanat, ia tiba-tiba pingsan dan terjatuh di depan podium. Acara pun terhenti. Trenggono segera dievakuasi ke luar ruangan.
Peristiwa itu terjadi dalam upacara penghormatan dan pelepasan jenazah pilot pesawat ATR 42-500 Kapten Andy Dahananto, serta dua pegawai KKP lainnya, almarhum Ferry Irawan dan almarhum Yoga Naufal. Ketiganya merupakan korban kecelakaan pesawat di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros. Upacara penghormatan dimulai pukul 09.09 WIB dan dipimpin langsung oleh Trenggono hingga insiden tersebut terjadi.
Kabar pingsannya menteri dengan cepat menyebar. Sejumlah pihak memastikan kondisi Trenggono segera stabil. Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf menyampaikan bahwa Trenggono telah sadar tak lama setelah kejadian. “Sudah sadar,” ujarnya kepada wartawan di lokasi, dikutip dari detikNews.
Menurut Didit, penyebab Trenggono tumbang bukan hal yang mengkhawatirkan. “Nggak apa-apa. Kecapekan. Nggak, kecapekan saja,” katanya singkat. Pernyataan itu meredakan kekhawatiran publik, meski peristiwa tersebut tetap meninggalkan kesan mendalam.
Insiden ini memperlihatkan sisi manusiawi seorang pejabat negara di tengah tekanan emosional dan fisik. Upacara pelepasan jenazah rekan kerja bukan sekadar agenda seremonial. Ia memuat beban psikologis, terlebih ketika harus memimpin prosesi terakhir bagi mereka yang gugur dalam tugas. Dalam konteks itulah, kelelahan Trenggono menjadi masuk akal.
SKANDAL K3 MENGGURITA: Pengacara Noel Beberkan Bukti Transfer Duit Haram ke 'Ibu Menteri'!
Bagi para pelayat, momen pingsannya sang menteri menambah lapis keheningan dalam suasana duka. Upacara yang semula berjalan tertib mendadak terhenti, mengingatkan semua orang bahwa di balik jabatan dan protokol, ada batas fisik yang tak bisa dinegosiasikan.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat tentang pentingnya perhatian terhadap kondisi kesehatan pejabat publik, terutama dalam agenda-agenda yang menuntut stamina dan emosi sekaligus. Negara memang membutuhkan kehadiran pemimpinnya di saat duka, tetapi negara juga berkepentingan memastikan mereka tetap sehat.


