INFOTREN.ID — Sebuah video pendek dari Pelabuhan Labuan Bajo menangkap salah satu momen paling menyayat dalam tragedi tenggelamnya kapal wisata Putri Sakinah di perairan Taman Nasional Komodo. Bukan ombak, bukan bangkai kapal, melainkan jeritan seorang ibu saat jenazah yang diduga putrinya dievakuasi ke ambulans.

Video yang diperoleh dari jurnalis Hey Bali di lapangan memperlihatkan proses evakuasi jenazah seorang anak perempuan yang ditemukan pada Senin pagi di sekitar Pulau Serai. Korban diduga merupakan salah satu anak dari Fernando Martín Carreras, pelatih tim wanita Valencia CF B asal Spanyol, yang sebelumnya dilaporkan hilang bersama tiga anaknya setelah kapal wisata yang mereka tumpangi tenggelam.

Dalam rekaman tersebut, petugas Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) berseragam oranye terlihat mengangkat kantong jenazah berwarna kuning dari sebuah kapal kecil ke dermaga. Polisi dan petugas otoritas pelabuhan membentuk barisan pengamanan. Suasana pelabuhan tampak sunyi dan tegang, tanpa hiruk pikuk, seolah semua orang memahami beratnya momen itu.

Kantong jenazah kemudian dibawa menuju ambulans yang sudah menunggu hanya beberapa meter dari dermaga.

Di dalam ambulans, seorang perempuan berambut terang telah duduk menanti. Ia adalah ibu korban. Saat jenazah diletakkan di atas brankar, ketegaran yang sedari tadi ia jaga runtuh seketika.

iklan sidebar-1

Tangisnya pecah. Dalam bahasa Spanyol, ia berteriak, “Necesito verlo,” aku harus melihatnya. Ia memanggil nama anaknya berulang kali, berusaha meraih kantong jenazah itu sambil ditahan oleh seorang pria yang diduga anggota keluarganya. Upaya menenangkannya tak mampu meredam kesedihan yang meluap.

Tak lama kemudian, pintu ambulans ditutup, meninggalkan duka yang begitu nyata di balik pintu besi itu.

Menurut keterangan otoritas, jenazah ditemukan oleh nelayan setempat dan langsung dievakuasi ke Labuan Bajo untuk proses identifikasi di RSUD Komodo. Hingga saat ini, dua anak lainnya dan sang ayah masih dinyatakan hilang.

Tragedi Putri Sakinah terjadi saat kapal tersebut berlayar dari Pulau Komodo menuju Pulau Padar dan mengalami mati mesin sebelum dihantam gelombang besar. Dari 11 orang di atas kapal, tujuh berhasil selamat, termasuk sang ibu dan putri bungsunya.