INFOTREN.ID - Sebuah perjalanan keluarga yang seharusnya menjadi momen kebersamaan berubah menjadi duka mendalam. Fernando Martín Carreras, pelatih tim Valencia CF Women B, meninggal dunia bersama tiga anaknya setelah kapal wisata yang mereka tumpangi tenggelam di perairan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur, Jumat malam (26/12/2025).

Insiden tragis tersebut terjadi di sekitar Pulau Padar, kawasan perairan yang dikenal memiliki arus dan gelombang laut yang dapat berubah dengan cepat. Kapal pinisi Putri Sakinah yang membawa rombongan wisatawan itu dilaporkan mengalami gangguan mesin sekitar 30 menit setelah berlayar. Dalam kondisi cuaca buruk dan gelombang tinggi, kapal kemudian kehilangan kendali sebelum akhirnya terbalik dan tenggelam.

Di atas kapal terdapat 11 orang, terdiri dari wisatawan asing, awak kapal, dan seorang pemandu wisata. Tujuh orang berhasil diselamatkan, sementara empat penumpang lainnya dinyatakan meninggal dunia. Keempat korban tersebut merupakan satu keluarga warga negara Spanyol: Fernando Martín Carreras serta tiga anaknya, Martin Garcia Mateo, Martines Ortuno Maria Lia, dan Martines Ortuno Enriquejavier.

Istri Carreras dan seorang anak perempuan mereka yang masih berusia tujuh tahun selamat dari kecelakaan tersebut. Berdasarkan kesaksian keluarga, keduanya terlempar ke laut saat kapal mulai miring, sehingga berhasil menghindari terjebak di dalam badan kapal yang tenggelam dengan cepat.

Kabar duka ini mengguncang komunitas sepak bola Spanyol. Valencia CF melalui pernyataan resminya menyampaikan rasa kehilangan mendalam atas wafatnya Carreras, yang dikenal sebagai pelatih berdedikasi dan figur penting dalam pengembangan sepak bola perempuan di klub tersebut. Sebelum terjun ke dunia kepelatihan, Carreras merupakan mantan pesepak bola profesional yang pernah membela sejumlah klub di Spanyol.

iklan sidebar-1

Sementara itu, otoritas pelabuhan dan tim SAR Indonesia langsung melakukan operasi pencarian dan evakuasi, meskipun menghadapi tantangan berupa cuaca ekstrem, arus laut kuat, dan jarak pandang terbatas. Sejumlah puing kapal berhasil ditemukan dalam radius beberapa mil laut dari lokasi tenggelamnya kapal, menguatkan gambaran betapa cepat dan kerasnya insiden tersebut terjadi.

Tragedi ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan pelayaran, khususnya di wilayah perairan terbuka yang rentan terhadap perubahan cuaca mendadak. Di tengah meningkatnya aktivitas wisata laut, kesiapsiagaan teknis kapal, kepatuhan terhadap peringatan cuaca, serta pengawasan keselamatan harus menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar.

Atas nama kemanusiaan, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban, rekan, serta seluruh pihak yang ditinggalkan. Semoga para korban mendapatkan tempat terbaik, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan untuk menghadapi masa duka ini.