INFOTREN.ID - Di tengah hiruk-pikuk politik nasional pasca-pemilu, satu gagasan besar kembali mengemuka dan langsung menyedot perhatian publik.
Bukan sekadar strategi jangka pendek, melainkan tawaran perubahan mendasar dalam peta kekuasaan: koalisi permanen.
Sebuah konsep yang digadang-gadang mampu menghadirkan stabilitas, namun sekaligus memantik kekhawatiran tentang masa depan demokrasi dan upaya pemberantasan korupsi.
Rapimnas Golkar dan Gagasan Koalisi Permanen
Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar merekomendasikan pembentukan koalisi permanen antarkekuatan politik pendukung pemerintahan.
Gagasan ini dimaksudkan untuk menciptakan kerja sama jangka panjang yang lebih solid dan tidak mudah berubah oleh dinamika politik sesaat.
SKANDAL K3 MENGGURITA: Pengacara Noel Beberkan Bukti Transfer Duit Haram ke 'Ibu Menteri'!
Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa koalisi permanen diperlukan agar pemerintahan memiliki dukungan politik yang stabil.
Ia menyebut, “koalisi yang dibangun harus berbasis pada kesamaan platform, visi, dan agenda kebijakan agar pemerintahan berjalan efektif dan berkesinambungan,” dikutip dari pemberitaan nasional (21/12).


