INFOTREN.ID – Di tengah riuhnya industri musik yang didominasi tren serba cepat dan wajah-wajah muda, Ussy Pieters, maestro harpa legendaris Indonesia, kembali memukau publik dengan sebuah kejutan. Di usianya yang ke-71 tahun, ia siap meluncurkan single vokal perdananya berjudul 'Sampai Kapan', membuktikan bahwa semangat berkesenian tak lekang oleh waktu.
Lagu bertema cinta ciptaan Ote Abadi ini bukan sekadar rilis musik biasa; ia adalah manifestasi perjalanan batin seorang seniman yang terus mengeksplorasi diri. "Saya tidak pernah membayangkan akan merilis single vokal di usia ini," ujar Ussy, memancarkan kerendahan hati sekaligus kegembiraan atas pengalaman barunya.
Kisah di balik 'Sampai Kapan' pun tak kalah menarik, merefleksikan nuansa pop Indonesia klasik era 70-80an yang kaya emosi. Lagu ini menuturkan kisah seseorang yang mencintai sepenuh hati namun terjebak dalam penantian penuh keraguan, hingga akhirnya menemukan kedamaian dalam berserah kepada Tuhan.
"Saya menyanyikan lagu ini bukan sekadar menyuarakan lirik, tapi menyampaikan perjalanan perasaan yang sangat manusiawi — mencinta, menunggu, bertanya, dan menyerah pada kehendak-Nya," kata Ussy, dalam keterangan tertulis, Senin (16/6/2025).
Keterlibatannya langsung dalam pengolahan vokal dan produksi video musik, bersama tim kreatif Vicky dan Donny serta arahan musikal Ote Abadi, menegaskan dedikasi totalnya.
Meski single vokal adalah sesuatu yang baru, nama Ussy Pieters sudah lama terukir emas di industri musik Indonesia sebagai pemain harpa legendaris. Ia telah merilis tiga album harpa instrumental yang diakui dan rutin tampil bersama orkestra ternama, baik di panggung nasional maupun internasional.
Kecintaannya pada harpa berakar sejak kecil, terinspirasi oleh konser musik klasik yang sering ia tonton bersama sang ayah. “Suara harpa buat saya seperti air yang mengalir di padang sunyi,” kenang Ussy.
Perjalanan akademis Ussy pun luar biasa, dengan studi harpa selama sembilan tahun di Conservatorium St. Cecilia, Roma, Italia, hingga meraih gelar Master Harp dan Doctor of Music. Ia juga memperdalam ilmu vokal dan teknik Opera Lyric, bekal yang kini menjadi dasar kuat bagi interpretasi vokalnya di usia senja.
Di tengah hiruk pikuk dunia musik yang sering mengagungkan ketenaran dan tren digital, Ussy Pieters datang dengan pesan kuat yang inspiratif: “Jangan pernah berhenti berkarya selama kita masih mampu. Eksistensi dalam musik tidak selalu soal ketenaran, tapi tentang kejujuran dalam mengekspresikan diri.”


