INFOTREN, ID - Polemik terkait dugaan kejanggalan laporan keuangan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) kembali mencuat setelah mantan artis cilik sekaligus publik figur, Leony Vitria Hartanti, membagikan dokumen anggaran melalui akun media sosial pribadinya.

Unggahan yang dilakukan Leony pada Rabu (17/9/2025) lalu, langsung memantik perhatian warganet. Banyak yang mempertanyakan angka-angka dalam laporan keuangan tahun 2024.

Laporan itu, khususnya terkait realisasi anggaran untuk perbaikan infrastruktur, sehingga perdebatan soal transparansi penggunaan anggaran daerah pun meningkat, Rabu (24/9/2025).

Menanggapi sorotan publik tersebut, Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, menegaskan bahwa pihaknya tidak berniat membawa kasus ini ke ranah hukum. Bagi Benyamin, kritik publik seharusnya dijawab dengan penjelasan yang terbuka, bukan dengan ancaman pidana.

“Enggak, enggak akan melaporkan. Saya hanya ingin menjelaskan saja. Mudah-mudahan semuanya clear,” ujar Benyamin Davnie, saat konferensi pers di Rumah Dinas Wali Kota Tangsel.

iklan sidebar-1

Benyamin menyadari bahwa kritik adalah bagian dari dinamika demokrasi. Menurutnya, masukan publik dapat menjadi cermin untuk meningkatkan komunikasi dan transparansi Pemkot ke depan.

“Kritik seperti itu justru bisa jadi masukan untuk memperbaiki komunikasi dan transparansi Pemkot Tangsel ke depan,” tambahnya.

Meski demikian, fenomena ini menimbulkan pertanyaan lebih luas: sejauh mana Pemkot Tangsel benar-benar menempatkan transparansi sebagai prioritas dalam pengelolaan anggaran daerah?

Benyamin juga membuka kemungkinan dialog langsung dengan Leony untuk menjelaskan isi laporan keuangan yang dipersoalkan.