INFOTREN.ID - Pemerintah Turki tengah memacu pengadaan jet tempur dari negara-negara Barat sebagai bagian dari strategi besar untuk memulihkan keunggulan militernya di kawasan.

Langkah ini dilakukan menyusul kekhawatiran Ankara akan dominasi udara dari negara-negara tetangganya seperti Israel, Yunani, dan Iran.

Turki, anggota NATO dengan kekuatan militer terbesar kedua setelah Amerika Serikat, telah menandatangani pra-kesepakatan untuk membeli hingga 40 unit Eurofighter Typhoon.

Selain itu, Ankara juga sedang mengupayakan akuisisi F‑16 Fighting Falcon dan kembali membuka peluang untuk bergabung dalam program F‑35 Lightning II, setelah sebelumnya dikeluarkan dari program tersebut akibat pembelian sistem pertahanan udara Rusia S‑400.

“Turki berencana membeli jet tempur Eurofighter Typhoon, F-16, dan F-35,” ungkap seorang pejabat senior kepada Reuters.

iklan sidebar-1

Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi memperkuat kembali angkatan udara Turki yang dianggap mulai tertinggal secara teknologi dan kemampuan tempur.

Ketertinggalan itu diperparah oleh ketegangan diplomatik dengan Barat dan sejumlah kegagalan dalam program pertahanan dalam negeri.

“Saat ini, sistem pertahanan udara kami belum berada pada level yang diinginkan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti “kegagalan dalam manajemen proyek” sebagai salah satu penyebab keterlambatan peningkatan kemampuan militer Turki.