Infotren - Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara mengejutkan mengumumkan tercapainya gencatan senjata antara Israel dan Iran. Pengumuman tersebut disampaikannya melalui konferensi pers di New York, Selasa malam waktu setempat.

Trump mengklaim dirinya menjadi mediator utama dalam perundingan rahasia yang telah berlangsung selama dua minggu. Menurutnya, kesepakatan ini merupakan pencapaian diplomatik terbesar di Timur Tengah dalam satu dekade terakhir.

Kesepakatan gencatan senjata ini mencakup penghentian serangan udara dan darat dari kedua belah pihak. Selain itu, jalur bantuan kemanusiaan juga akan dibuka di wilayah yang terdampak konflik.

Langkah Trump ini langsung mendapat reaksi beragam dari dunia internasional, termasuk pujian dari PBB dan beberapa negara Eropa. Namun, ada pula pihak yang meragukan keberlangsungan gencatan senjata tersebut mengingat sejarah panjang konflik Israel-Iran.

Pemerintah Israel menyatakan akan mematuhi kesepakatan selama Iran juga menunjukkan komitmen yang sama. Di sisi lain, Iran menyebut ini sebagai langkah awal menuju stabilitas regional yang lebih luas.

iklan sidebar-1

Pengamat politik menyebut langkah Trump sebagai manuver politik menjelang pemilu mendatang. Meski demikian, jika gencatan senjata bertahan lama, ini bisa menjadi warisan perdamaian yang besar bagi Trump.

Situasi di Timur Tengah kini dinilai relatif tenang pasca pengumuman tersebut, meskipun tetap diwarnai kewaspadaan tinggi. Dunia menunggu, apakah gencatan senjata ini benar-benar menjadi titik balik dalam hubungan Israel dan Iran.