INFOTREN.ID - Laksamana Alvin Holsey, komandan Komando Selatan AS (US Southern Command), secara mengejutkan mengumumkan pengunduran dirinya dari militer Amerika Serikat, efektif pada 12 Desember 2025.
Keputusan ini datang di tengah eskalasi militer AS terhadap Venezuela yang dipicu kebijakan Presiden Donald Trump.
Tanda-Tanda Retakan di Tubuh Pentagon, Dugaan konflik internal dan ketegangan dengan Menhan AS
Pengunduran diri Holsey terjadi dua tahun lebih awal dari masa tugas yang dijadwalkan.
Dalam sebuah pernyataan resmi melalui platform X (sebelumnya Twitter), Holsey menulis: “Merupakan kehormatan untuk melayani negara kita, rakyat Amerika dan mendukung serta membela Konstitusi selama lebih dari 37 tahun.”
Namun, Reuters (17/10/2025) melaporkan bahwa kepergian Holsey bukan sekadar pensiun biasa.
SKANDAL K3 MENGGURITA: Pengacara Noel Beberkan Bukti Transfer Duit Haram ke 'Ibu Menteri'!
Seorang sumber yang dekat dengan situasi tersebut menyebutkan bahwa telah terjadi ketegangan antara Holsey dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth, terutama terkait arah operasi militer di kawasan Karibia dan penanganan isu Venezuela.
Manuver Militer AS Menggila, Ribuan Pasukan Dikerahkan, Kapal Perang Siaga di Karibia
Langkah ini memunculkan pertanyaan besar, mengingat belakangan AS gencar melakukan pengerahan kekuatan militer di wilayah tersebut.


