INFOTREN.ID - Harapan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump untuk membawa pulang Nobel Perdamaian 2025 resmi kandas.

Komite Nobel Norwegia justru menganugerahkan penghargaan prestisius tersebut kepada tokoh oposisi Venezuela, Maria Corina Machado, memicu reaksi keras dari Gedung Putih dan tanggapan mengejutkan dari Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Dalam pernyataan resminya via News Week yang diakses pada Sabtu, 11/10/2025, Gedung Putih melalui Direktur Komunikasi Steven Cheung menyesalkan keputusan Komite Nobel. Ia menyebut penghargaan itu telah “menempatkan politik di atas perdamaian.”

“Presiden Trump bekerja keras menghentikan berbagai konflik global, namun Komite Nobel justru mengabaikan pencapaian nyata demi agenda politik tertentu,” ujarnya.

Trump sebelumnya mengklaim memiliki peran penting dalam meredam beberapa konflik besar, termasuk gencatan senjata antara Israel dan Hamas, normalisasi hubungan Thailand-Kamboja, serta deeskalasi ketegangan India-Pakistan.

iklan sidebar-1

Namun, keputusan Komite Nobel disebut telah final sebelum kesepakatan damai Israel-Hamas diumumkan secara resmi. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan Trump gagal masuk dalam daftar pemenang tahun ini.

Machado: Sosok Oposisi Tangguh di Venezuela

Pemenang tahun ini, Maria Corina Machado, dikenal luas sebagai aktivis demokrasi yang vokal melawan rezim Nicolas Maduro.

Wanita  berstatus sebagai insinyur dan politikus dari negara berjuluk The Land of Grace ini dinilai menunjukkan "keberanian luar biasa dalam memperjuangkan perdamaian dan hak asasi manusia di tengah represi."