INFOTREN.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyerukan kepada Israel agar segera menghentikan pengeboman di Gaza, setelah Hamas menyatakan kesediaan membebaskan sandera dan menerima sebagian syarat dalam rencana perdamaian yang diusulkan AS.

Menyikapi hal ini, Kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan pihaknya sedang bersiap melaksanakan tahap pertama “Rencana Gaza” yang diajukan Trump.

Namun di lapangan, laporan justru menyebut serangan udara Israel meningkat di Kota Gaza dan Khan Younis sesaat setelah pernyataan Trump viral di platform Truth Social.

Trump menulis, “Israel harus segera menghentikan pengeboman Gaza agar kita bisa menyelamatkan sandera dengan aman dan cepat! Ini bukan hanya tentang Gaza, tapi tentang perdamaian abadi di Timur Tengah.”

Rencana 20 poin Trump mencakup gencatan senjata segera, pertukaran sandera, penarikan bertahap pasukan Israel, pelucutan senjata Hamas, dan pembentukan pemerintahan transisi yang diawasi lembaga internasional.

iklan sidebar-1

Hamas menyambut “secara positif” proposal itu, namun menolak menyerahkan senjata sebelum pendudukan Israel di Gaza benar-benar berakhir.

Tekanan terhadap Netanyahu semakin besar. Keluarga sandera menuntut negosiasi cepat, sementara kelompok sayap kanan di koalisinya menolak jeda militer.

Konflik Gaza sendiri telah menewaskan lebih dari 66.000 orang, mayoritas warga sipil, dan memicu tuduhan genosida terhadap Israel.

Trump, yang memosisikan dirinya sebagai satu-satunya tokoh yang mampu membawa “perdamaian abadi”, memberi tenggat hingga 5 Oktober 2025 bagi Hamas dan Israel untuk menyetujui rencananya atau “semua neraka akan meledak di Gaza.”