Infotren Sumut, Medan – Malang seorang gadis bernama Nazwa dinyatakan meninggal dunia di Kamboja setelah sempat pamit ke ibunya ingin interview di salah satu Bank di Medan, Minggu (18/08/25).

Belakangan terungkap gadis itu anak bungsu Lanniari Hasibuan (53), berdomisili di Jalan Bejo, Dusun XVI, Percut Seituan, Kabupaten Deli Serdang, yang merupakan lulusan SMK Telkom 2 Medan.

Menurut keterangan sang ibu, awalnya dirinya mendapat kabar bahwa anaknya sempat dirawat intensif di State Hospital, Siem Reap, Kamboja sebelum KBRI Phnom Penh menyatakan meninggal dunia pada, Senin (12/8/2025).

Dari informasi yang dirangkum gadis tersebut sudah dilarang oleh ibunya agar tidak pergi ke Kamboja, namun tidak menyurutkan keinginan Nazwa untuk pergi hingga di kabarkan telah meninggal dunia.

“Alasan pertama anak saya buat yaitu ingin study tour tetapi saya tolak. Terus kedua, anak saya meminta izin untuk interview di salah satu bank, saya izinkan dia interview di situ,” ujar ibu korban

iklan sidebar-1

Kepada wartawan ibu korban menceritakan, pada 27 Mei 2025, anaknya sempat pamitan kepada dirinya mengikuti interview pertama di salah satu Bank di Medan. 

Lalu tepat 28 Mei, sekira pukul 05.00 WIB, (keesokan harinya) anaknya sekali lagi minta izin kepada dirinya untuk mengikuti interview yang kedua.

Namun, belakangan diketahui Nazwa ternyata tidak benar-benar mengikuti interview. Siang harinya, ia hanya sempat mengirim pesan singkat kepada ibunya bahwa kunci rumah dititipkan di jendela. Setelah itu, komunikasinya mulai aneh dan terbatas.

Yang mengejutkan lagi tepat 29 Mei 2025 malam, Nazwa menginformasikan kepada ibunya bahwa dirinya sekarang berada di Bangkok, Thailand. Dengan beralasan pergi bersama teman untuk praktik kerja lapangan, sebelum mengakui yang sebenarna bahwa dirinya berangkat sendirian tanpa teman.