INFOTREN.ID - Seorang investor asal Shenzhen, China, yang dikenal sebagai Li Ping, dilaporkan mengalami kerugian finansial sebesar 13 juta yuan, setara dengan Rp 34,5 miliar. Dana tersebut dihabiskan selama sembilan tahun dalam upayanya mencari keberadaan mantan istrinya, Zhang Shudan.
Perjalanan panjang Li Ping mencari Zhang Shudan ini bermula dari dugaan penipuan yang dilakukan oleh sang mantan istri. Zhang Shudan diduga kuat telah melarikan diri ke Amerika Serikat setelah melakukan tindakan tersebut.
Peristiwa ini sendiri bermula pada tahun 2014, ketika Li Ping pertama kali bertemu dengan Zhang Shudan. Pertemuan mereka terjadi di sebuah forum, yang kemudian menjadi awal dari hubungan yang rumit.
Pada saat itu, Zhang Shudan berprofesi sebagai manajer rekening bank. Ia berhasil memikat simpati Li Ping dengan menceritakan kisah hidupnya yang penuh dengan kesulitan dan tantangan.
Tak berselang lama setelah pertemuan awal, Zhang Shudan mulai meminjam uang dari Li Ping. Berbagai alasan pun digunakan untuk memuluskan aksinya tersebut.
Hubungan antara Li Ping dan Zhang Shudan kemudian berkembang ke arah romantis. Puncaknya, pada tahun 2015, Zhang Shudan mengklaim sedang mengandung anak dari Li Ping.
"Selama sembilan tahun, Li menghabiskan dana sebesar 13 juta yuan atau setara Rp 34,5 miliar untuk mencari keberadaan Zhang Shudan, mantan istrinya yang diduga kuat telah menipunya dan melarikan diri ke Amerika Serikat," demikian informasi yang dikutip dari JAKARTAHYPE.COM.
Perbuatan yang diduga dilakukan oleh Zhang Shudan ini menimbulkan dampak finansial yang luar biasa bagi Li Ping. Investasi dan upaya pencarian yang dilakukan selama bertahun-tahun berujung pada kerugian besar.
Kisah ini menyoroti modus penipuan yang memanfaatkan hubungan personal dan kepercayaan. Upaya Li Ping untuk mencari keadilan atas kerugian yang dialaminya pun menunjukkan betapa beratnya perjuangan tersebut.