INFOTREN.ID - Presiden Argentina, Javier Milei, telah menyatakan keputusannya untuk tidak akan hadir secara fisik dalam laga final Piala Dunia 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Amerika Serikat. Ia memilih untuk menyaksikan duel penentu antara tim nasional Argentina melawan Spanyol dari kediamannya.

Keputusan ini diambil Javier Milei sebagai bagian integral dari ritual keberuntungannya yang ia yakini telah membawa nasib baik selama gelaran turnamen akbar tersebut. Ia menegaskan bahwa tidak ada satu pun kondisi yang akan membuatnya mengabaikan kebiasaan yang telah ia jalani.

Milei menyampaikan kepada radio El Observador bahwa ia tidak akan pernah mengkhianati ritual keberuntungannya. Ia sangat menghargai tradisi ini, terutama saat menyaksikan pertandingan penting Piala Dunia dari rumah dinas Presiden, seperti yang telah ia lakukan menjelang pertandingan pamungkas ini.

"Saya tidak akan pernah melanggar ritual keberuntungan saya," ujar Javier Milei, Presiden Argentina, dalam sebuah wawancara dengan radio El Observador.

"Ritual ini sangat saya hargai, terutama saat menonton pertandingan Piala Dunia dari kediaman Presiden, seperti yang telah saya lakukan menjelang pertandingan final," tambahnya.

Pertandingan final Piala Dunia 2026 sendiri akan diselenggarakan di Amerika Serikat, yang menjadi tuan rumah bersama dengan Kanada dan Meksiko. Ajang empat tahunan ini selalu menarik perhatian dunia, termasuk para pemimpin negara.

Meskipun demikian, Presiden Milei tampaknya memiliki prioritas tersendiri dalam mendukung timnas Argentina. Ia memilih pendekatan yang berbeda dengan para pemimpin negara lainnya yang mungkin memilih hadir langsung di stadion.

Keputusan Javier Milei ini menunjukkan betapa pentingnya keyakinan dan ritual pribadi baginya dalam menghadapi momen-momen penting. Ia berpegang teguh pada tradisi yang diyakini membawa keberuntungan bagi tim kesayangannya.

Sementara itu, mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dikabarkan siap menyaksikan langsung pertandingan final tersebut di stadion. Hal ini menunjukkan kontras antara kedua pemimpin dalam menyikapi acara olahraga internasional.