TANGERANG SELATAN, Infotren.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan dipuji atas keputusannya mengalokasikan anggaran untuk menyewa kendaraan dinas pada tahun 2026. Langkah ini dinilai sebagai strategi efisiensi fiskal yang pragmatis oleh para pengamat.
Direktur Eksekutif Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA), Herry Mendrofa, menilai kebijakan sewa kendaraan ini dapat menghindarkan Pemkot Tangsel dari beban biaya perawatan jangka panjang sebagai aset.
"Dengan menyewa, pemerintah menghindari beban jangka panjang berupa perawatan aset yang sudah melewati umur ekonomis, sekaligus menjaga fleksibilitas anggaran agar tidak terkunci pada belanja modal besar," ujar Herry dalam keterangannya, Selasa (13/7/2026).
Herry menambahkan, model kebijakan ini juga merupakan bentuk mitigasi risiko fiskal. Biaya sewa dinilai lebih mudah diprediksi dan tidak menambah beban aset tetap.
Fleksibilitas ini memungkinkan penyesuaian kebutuhan kendaraan sesuai periode kontrak. Namun, ia menekankan pentingnya transparansi kontrak, akuntabilitas penyedia, serta evaluasi berkala untuk memastikan efektivitas biaya dibandingkan pembelian.
Senada, Pengamat Ekonomi Universitas Pelita Harapan (UPH), Tanggor Sihombing, sepakat bahwa opsi sewa lebih efektif dan efisien dari sisi pengeluaran anggaran.
"Rental sangat baik dari sisi cash flow, di awal tak perlu investasi dana besar. Juga dari sisi manajemen risiko, karena risiko akan menjadi tanggungan penyedia jasa, termasuk biaya pemeliharaan," tegas Tanggor.
Ia menyarankan pengadaan melalui tender terbuka menggunakan e-procurement untuk meningkatkan transparansi.
Sementara itu, Pengamat Ekonomi dan Fiskal Universitas Airlangga (Unair), Bagas Pradana Wijaya, menyoroti keunggulan utama skema ini adalah klausul zero downtime. Jaminan ini memastikan mobilitas birokrasi dan pelayanan publik tidak terganggu jika ada kendaraan yang rusak.