INFOTREN.ID - Sehari setelah perayaan kemenangan dramatis tim nasional Argentina di Piala Dunia 2026, sebuah pernyataan keras dilayangkan oleh pemerintah Argentina kepada Inggris. Argentina menuding bahwa salah satu kapal perang Angkatan Laut Kerajaan Inggris telah memasuki wilayah perairan teritorial Argentina tanpa izin.

Peristiwa yang diklaim terjadi hanya beberapa jam setelah euforia kemenangan tersebut, menimbulkan ketegangan diplomatik baru antara kedua negara. Tuduhan ini disampaikan secara resmi oleh Menteri Luar Negeri Argentina, Pablo Quirno.

Menurut klaim Argentina, tindakan kapal perang Inggris tersebut merupakan bentuk pelanggaran kedaulatan wilayah negara mereka. Hal ini disampaikan sebagai respons langsung atas dugaan masuknya kapal asing tersebut ke dalam batas maritim yang diakui Argentina.

"Kami menuduh Angkatan Laut Kerajaan Inggris melakukan penyerbuan militer ke perairan Argentina," ujar Menteri Luar Negeri Argentina Pablo Quirno.

Pernyataan resmi ini mengindikasikan bahwa Argentina memandang serius insiden tersebut dan menganggapnya sebagai tindakan militer yang provokatif. Penegasan ini menunjukkan sikap tegas Argentina dalam menjaga integritas wilayahnya.

Pihak Inggris hingga kini belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan yang dilayangkan oleh Argentina ini. Perkembangan lebih lanjut mengenai klarifikasi atau bantahan dari Inggris masih dinantikan.

Insiden ini terjadi di tengah gelombang kebahagiaan dan perayaan yang melanda Argentina pasca keberhasilan tim sepak bola mereka di ajang internasional. Namun, situasi politik dan militer justru diwarnai oleh ketegangan baru.

Dikutip dari HOTNEWS.ID, klaim Argentina ini menyoroti potensi sensitivitas hubungan bilateral antara Argentina dan Inggris, terutama terkait isu-isu kedaulatan yang pernah menjadi sengketa di masa lalu.

Perairan teritorial yang menjadi objek tuduhan ini merupakan area yang memiliki signifikansi strategis dan ekonomi bagi Argentina. Setiap pelanggaran terhadapnya dianggap sebagai ancaman serius terhadap kedaulatan negara.