Infotren - Dunia maya Pakistan terguncang setelah TikToker remaja Sana Yousaf ditembak mati di rumahnya di Islamabad pada 2 Juni 2025. Kasus ini langsung menyita perhatian publik karena diduga bermotif penolakan cinta.
Sana, yang baru berusia 17 tahun dan memiliki lebih dari satu juta pengikut di TikTok dan Instagram, dikenal sering mengangkat budaya Chitral serta isu pendidikan perempuan. Popularitasnya membuatnya menjadi ikon Gen Z negeri itu.
Polisi Islamabad menyebut tersangka bernama Umar Hayat, 22 tahun, yang diduga menembak korban setelah lamarannya berulang kali ditolak. Ia dilaporkan memasuki kediaman korban di sektor G-13/1 tanpa izin dan melepaskan tembakan jarak dekat.
Aparat berhasil menangkap Umar di Faisalabad kurang dari 24 jam setelah kejadian dan langsung menahannya. Pengadilan menetapkan sidang lanjutan pada 18 Juni 2025 sambil menunggu berkas dakwaan lengkap.
Tagar #JusticeForSanaYousaf memuncaki trending Twitter Pakistan dan diaspora sebagai wujud duka sekaligus tuntutan keadilan. Netizen menyerukan reformasi hukum untuk memberantas kekerasan berbasis kehormatan.
Komisi Nasional Status Perempuan Pakistan menilai insiden ini menunjukkan urgensi perlindungan kreator digital perempuan. Mereka mendesak pemerintah memperkuat payung hukum dan program edukasi gender di sekolah maupun ruang daring.
SKANDAL K3 MENGGURITA: Pengacara Noel Beberkan Bukti Transfer Duit Haram ke 'Ibu Menteri'!
Pengamat media sosial menekankan bahwa platform seperti TikTok perlu bekerja sama dengan otoritas dalam menjaga keselamatan pengguna tanpa mengorbankan kebebasan berekspresi. Tragedi Sana Yousaf diharapkan menjadi momentum perbaikan ekosistem digital yang lebih aman dan inklusif.


