INFOTREN.ID - Korban meninggal akibat Badai Kalmaegi di Filipina terus meningkat, mencapai 114 orang, sementara 127 lainnya masih hilang, menurut laporan Reuters pada Kamis (6/11).
Badan penanggulangan bencana menyebut, badai ini menghancurkan wilayah tengah Filipina sebelum kembali menguat saat bergerak ke arah Vietnam.
“Tantangannya sekarang adalah pembersihan puing… Ini perlu segera dilakukan, bukan hanya untuk mencari yang hilang... tetapi juga agar operasi bantuan bisa berjalan,” ujar Rafy Alejandro, pejabat pertahanan sipil senior Filipina (Reuters, 2025).

Pemandangan drone rumah-rumah yang hancur akibat banjir besar akibat Topan Kalmaegi di Talisay, Cebu, Filipina, 5 November 2025. REUTERS/Eloisa Lopez
Vietnam Siaga Penuh
Pemerintah Vietnam bergerak cepat menghadapi ancaman Kalmaegi. Sekitar 350.000 warga telah dievakuasi di Provinsi Gia Lai dan wilayah tengah lainnya.
Otoritas setempat memperingatkan potensi hujan ekstrem dan angin kencang yang bisa memicu banjir bandang dan gangguan panen kopi, komoditas penting bagi negara tersebut.
Otoritas penerbangan juga menyatakan delapan bandara di Vietnam, termasuk Bandara Internasional Da Nang, kemungkinan akan terdampak badai.
“Maskapai dan otoritas lokal diimbau untuk memantau perkembangan badai dengan cermat demi keselamatan penumpang,” tulis Reuters.



