INFOTREN.ID - Kisah epik pertarungan antara Nabi Musa A.S. dan Firaun, penguasa zalim Mesir, adalah fondasi ajaran di tiga agama samawi. Namun, di tengah peninggalan megah Mesir kuno, identitas personal Firaun tersebut tetap menjadi salah satu misteri terbesar yang memicu perdebatan sengit antara ulama, sejarawan, dan ahli Mesir kuno (Egyptologist).
Dalam sumber-sumber agama, tokoh antagonis ini hanya disebut dengan gelar Firaun, yang dalam bahasa Mesir kuno (per-aa) berarti "Rumah Besar" atau Istana.
Ini adalah gelar yang diwariskan dari satu penguasa ke penguasa lain, membuat penelusuran nama aslinya bergantung pada pencocokan peristiwa Al-Qur'an dan Alkitab terutama peristiwa Keluaran (Exodus)—dengan garis waktu Dinasti Mesir.
Kandidat Terkuat: Ramses II, Firaun Pembangun
Mayoritas sejarawan dan ulama cenderung menunjuk pada sosok yang sangat terkenal:
- Nama Asli: Ramses II (Ramesses Agung)
- Masa Kekuasaan: Sekitar 1279 SM – 1213 SM (Dinasti ke-19)
Alasan utama yang menjadikan Ramses II kandidat paling populer adalah penemuan arkeologis. Kitab Keluaran secara spesifik menyebut bahwa bangsa Israel dipekerjakan paksa untuk membangun kota perbekalan bernama Ramses (Pi-Ramesses). Ramses II adalah raja yang paling gencar membangun dan menjadikan Pi-Ramesses sebagai ibu kotanya.
Pembangunan besar-besaran yang dilakukan Ramses II, serta durasi pemerintahannya yang panjang, sangat cocok dengan gambaran Firaun yang menindas dan berkuasa saat Nabi Musa muda tumbuh di istana.


