INFOTREN.ID – Konten kreator Inggris Bonnie Blue belum selesai membuat gempar. Usai dideportasi karena insiden “Bangbus”, ia kembali membuat pernyataan mengejutkan: tidak sedikitpun menyesal dan sudah memastikan akan kembali merayakan “Schoolies” di Bali pada 2026 mendatang.

“Tidak sama sekali, tidak. Saya sama sekali tidak menyesal,” tegas Blue (26) dalam wawancara eksklusif dengan 9 News Australia, menepis semua ekspektasi atas penyesalan yang biasa ditunjukkan orang yang dideportasi.

Lebih jauh, dengan nada penuh keyakinan, ia menyatakan rencana balas dendamnya: “Saya pasti akan merayakan Schoolies 2026, itu sudah pasti.”

Kunci Kepercayaan Diri: Larangan 6 Bulan vs. Gembar-gembor 10 Tahun

Keyakinannya untuk kembali bersumber pada dokumen yang ia klaim sebagai surat resmi otoritas. Bonnie membantah keras narasi larangan masuk 10 tahun yang sebelumnya diumumkan pejabat.

iklan sidebar-1

“Itu bohong. Saya tidak dilarang 10 tahun. Hanya enam bulan… Ini suratnya,” ujarnya. Jika klaimnya benar, maka larangan itu akan berakhir jauh sebelum Schoolies 2026, membuka jalan baginya untuk kembali secara legal.

Pengalaman “Deportasi Premium”: Dari Sel Polisi ke Hotel Bintang Lima

Cerita Bonnie tentang proses hukumnya semakin memperlebar jurang persepsi antara kesan “hukuman berat” dan kenyataannya.

Ia mengaku sempat menghabiskan 30 jam di sel polisi dengan perasaan cemas. Namun, kekhawatirannya sirna karena, dalam kata-katanya, “Saya tahu cara menekan tombol hapus, jadi saya tidak khawatir.” – sebuah metafora yang menyiratkan kontroversi bisa dihilangkan seperti menghapus konten digital.