INFOTREN.ID - Situasi hukum Amerika Serikat kembali memanas. Gregory Bovino, pejabat tinggi Patroli Perbatasan AS, diperintahkan hadir langsung di hadapan Hakim Distrik AS Sara Ellis pada Selasa (28/10).

Ia dituduh melanggar perintah pengadilan terkait larangan penggunaan gas air mata terhadap pengunjuk rasa dalam operasi imigrasi.

Menurut laporan Reuters (28/10/2025), Hakim Ellis memanggil Bovino setelah menerima video rekaman yang diduga memperlihatkan dirinya melanggar perintah tersebut. 

Dalam video itu, Bovino tampak melemparkan tabung gas air mata ke arah massa di kawasan pemukiman warga imigran asal Meksiko, Chicago.

“Video itu menunjukkan pelanggaran langsung terhadap perintah pengadilan yang mewajibkan agen federal memberikan peringatan sebelum menggunakan gas air mata,” tulis laporan Reuters.

iklan sidebar-1

Gregory Bovino, seorang pejabat patroli perbatasan yang telah viral di mata publik usai tindakan keras Presiden Trump. Ia diperintahkan untuk hadir di ruang sidang Chicago (Foto New York Times)

Pembelaan dari Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS)

Pihak Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) segera membela tindakan bawahannya. Juru bicara Tricia McLaughlin menjelaskan bahwa agen di lapangan dikepung oleh massa saat menjalankan tugas.

“Beberapa orang dalam kerumunan menembakkan kembang api dan melempar batu, mengenai kepala Bovino. Agen kami sudah memberikan peringatan sebelum menerapkan bahan kimia,” ujar McLaughlin seperti dikutip Reuters.