INFOTREN.ID - Di tengah kehidupan modern yang serba cepat dan sering kali penuh dengan protokoler, sebuah pemandangan sederhana namun sarat makna tertangkap kamera dan menjadi viral di media sosial.
Sri Sultan Hamengkubuwono X, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta sekaligus Raja Keraton Yogyakarta, terlihat berhenti di lampu merah tanpa pengawalan polisi (Vorijder).
Ketika Raja "Membaur" dengan Rakyat
Momen ini menjadi viral bukan tanpa alasan. Di Indonesia, sosok pemimpin atau pejabat publik seringkali identik dengan pengawalan ketat, termasuk saat berkendara di jalan raya.
Namun, Sri Sultan HB X justru menunjukkan hal yang berbeda. Ia memilih untuk berhenti di lampu merah seperti masyarakat biasa, tanpa arogansi atau permintaan perlakuan khusus.
Perspektif Sri Sultan: Tidak Perlu Dibesar-besarkan
Menanggapi viralnya video tersebut, Sri Sultan HB X memberikan tanggapan yang sangat merendah. Beliau menyatakan bahwa kejadian tersebut "tidak perlu dipersoalkan" dan menganggapnya sebagai sesuatu yang "biasa saja".
"Kenapa dipersoalkan? Kan tidak perlu dipersoalkan itu. Pakai pengawalan atau tidak, biasa saja," ujarnya dikutip dari Radar Jogja (JawaPos Group) yang diakses pada Selasa,14 Oktober 2025.
Pernyataan ini semakin membuat kagum banyak orang. Alih-alih merasa terganggu atau risih dengan perhatian yang muncul, Sri Sultan justru menanggapinya dengan santai dan bijaksana.


